Pemanasan global yang terjadi akhir – akhir ini membuat personil – personil Punkpink benar – benar antusias akan permasalahan universal tersebut. Mereka mencoba untuk membeli rokok yang mengandung CFC alias bebas global warming dengan komposisi rokok yang tidak mengandung ion – ion Carbon (karena mudah bereaksi dengan senyawa Oksigen menjadi CO/CarbonMonoksida yang sangat beracun, nduk kaden…!) sehingga molekul – molekul gas yang diciptakan tidak begitu menyebabkan efek rumah kaca yang dapat menyebabkan pemanasan global. Lagipula rokok dengan mengandung sedikit ion – ion Carbon dijual lebih murah di warung sebelah, alias pas kantong lagi kerud, akhir bulan sih.
Tapi meskipun demikian tetap saja personil – personil Punkpink tidak begitu memikirkan penggunakan bahan bakar bermotor. Mereka tetap saja senang pergi menghabiskan uang dan bensin. Bahkan Mang Iblis dan Zenith masing – masing baru saja diwariskan Mobil Balap McLaren berteknologi canggih, bandel, elegan dan IT banget karena bisa dikendalikan dari atas genteng menggunakan remote James Bond melalui gelombang Radio 103 FM. Mobil tersebut merupakan warisan dari 2 kakek yang baru saja meninggal di depan rumah pada hari sebelumnya, berkat bantuan Mang Iblis dan Zenith yang membantu kakek tersebut dalam menyukseskan Pilkada Yogya dan Jawa Tengah yang diadakan akhir – akhir ini.
Mobil – mobil tersebut merupakan teknologi abad 22 karena tidak menggunakan bahan bakar dan dapat dikontrol melalui wireless 3G sehingga tidak menyebabkan pemanasan global yang berarti. Dua mobil yang akhir – akhir ini nangkring di Istana Gedung Putih Punkpink tersebut selalu banyak dibicarakan dan diminati oleh warga sekitar, lantaran bentuk dan teknologinya yang aerodinamis dan memiliki nilai seni yang absolut. Banyaklah orang yang sengaja lewat – lewat tidak jelas di depan tempat petilasan Punkpink tersebut terutama orang – orang yang sok modern dan sok futuristic, tukang Es Cendol, Nasi Goreng, Bakso, Es Jae, dan Sate Vampire hanya untuk menyaksikan Mobil McLaren yang distater dan dimodifikasi oleh dua maestro otomotif mobil kita itu. Warga sekitar tersebut juga sempat bingung dimana kira – kira dua mobil elok itu diparkirkan, karena parkir depan juga sudah penuh dengan berbagai jenis motor berteknologi abad 22 dimana Pembalap Motor kelas duniapun tidak bakal bisa mengendarainya. Sampai sekarang pun mereka masih bertanya – tanya terutama kepada Komang Iblis dan Zenith sebagai pemilik dan pemodif kawakan mobil tersebut.
Sebelum mengendarai mobil tersebut, Mang Iblis dan Zenith masing – masing mengecas baterai mobil dulu, lantaran mobil tersebut juga menggunakan baterai sebagai sumber daya selain menggunakan cahaya matahari dan cahaya bulan. Baterai tersebut digunakan untuk konsumsi Prosesor Intel Core 2 Duo yang ditanam di dalamnya dan untuk mengoptimalkan penggunakan bioteknologi didalamnya.
Filed under: Cerita